Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jelaskan Syarat Hewan Yang Sah Dijadikan Aqiqah, Berikut Pembahasannya

Daftar Isi [Buka]

Assalamungalaikum ayah bunda semua. Kali ini Aqiqah Abah Husein Cilacap akan membas pertanyaan jelaskan syarat hewan yang sah dijadikan aqiqah. Bagi ayah bunda yang masih kurang faham mengenai syarat umur hewan yang untuk dijadikan aqiqah mari simak lengkap artikelnya ya.


Jelaskan Syarat Hewan Yang Sah Dijadikan Aqiqah
Jelaskan Syarat Hewan Yang Sah Dijadikan Aqiqah


Kelahiran seorang bayi sering jadi peristiwa yang dinanti-nantikan oleh sepasang suami istri. Umat Muslim juga disunahkan untuk melakukan aqiqah sebagai pernyataan sukur atas kelahiran seorang bayi.


Aqiqah ialah proses pemangkasan hewan sembelihan di hari ke-7 sesudah bayi dilahirkan. Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa sukur ke Allah SWT. Aqiqah umumnya diperlengkapi dengan beberapa acara lain seperti cukur rambut bayi dan menamai.


Hukum melakukan aqiqah ialah sunah muakkad, maknanya sunah itu harus diprioritaskan. Adapun alasan yang jadi dasar disyariatkannya aqiqah ialah seperti berikut:


عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى


"Dari Samurah bin Jundab ia berbicara : Rasulullah bersabda : Tiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) buatnya di hari ke tujuh, dicukur dan dinamakan." (Shahih, Hadits Kisah Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa'I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya).


Jelaskan Syarat Hewan Yang Sah Dijadikan Aqiqah (Pembahasan)

Sebelum kita membahas secara mendalam mengenai pertanyaan jelaskan syarat hewan yang sah dijadikan aqiqah, sebaiknya kita terlebih dahulu mengetahui aqiqah dari segi bahasa dan istilah.


Aqiqah datang dari kata 'aqqa' yang memiliki makna menggunting. Menurut al-Azhariy dalam "al-Tahdzib" yang mencuplik pengakuan Abu ‘Ubaid, aqiqah pada awalnya memiliki arti "rambut yang ada di kepala seorang bayi saat dia dilahirkan". Aqiqah memiliki arti "kambing yang disembelih untuk anak yang baru dilahirkan."


Aqiqah sebetulnya tidak wajib bagi yang tidak mampu, inti dari ibadah aqiqah ini sebenarnya ialah jadi pernyataan rasa sukur untuk yang sanggup melakukannya. Aqiqah sebetulnya adat pra Islam di mana darah kambing yang disembelih dibalurkan ke bayi yang sedang dirayakan.


Tetapi sesudah kehadiran agama Islam, adat aqiqah diganti jadi menyembelih kambing dan menggunting rambut sang bayi selanjutnya dibalurkan minyak za'faran.


Berikut Aqiqah Abah Husein Cilacap akan merangkum hukum, ketentuan dan syarat hewan yang sah dijadikan aqiqah untuk ayah bunda sekalian.


Hukum Aqiqah Anak

Hukum aqiqah anak mengarah pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.


Yang maknanya: "Tiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih di hari ke tujuh, dicukur (rambutnya), dan dinamakan. (HR. Tirmidzi no. 2735, Abu Dawud no. 2527, Ibnu Majah no. 3165. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab al-Irwa' no. 1165).


Ulama berbeda- berbeda pengetahuan dalam tentukan hukum aqiqah. Ada yang menjelaskan hukum aqiqah itu penting, Mubah dan umumnya ulama menjelaskan sunnah.


Hukum aqiqah anak ialah sunnah muakkad menurut jumhur ulama. Dan tata langkah aqiqah telah diterangkan oleh beberapa ulama dengan berdasar pada hadis Rasulullah SAW di atas.


Niat Aqiqah

"Bismillah, Allahu Besar, Allahumma minka wa laka, hadzihi 'aqiqatu Fulan/Fulanah (nama yang disembelih)."


Maknanya: "Dengan menyebutkan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini ialah aqiqah 'Fulan' (nama anak disebut)."


Syarat Hewan Yang Sah Dijadikan Aqiqah

Ada beberapa syarat hewan yang sah dijadikan aqiqah, untuk itu agar ibadah ini bisa diterima oleh Allah SWT kita diharuskan melaksanakannya sesuai dengan persyaratan sesuai dengan syariat Islam.


Jumlah Hewan Aqiqah

Syarat yang pertama ialah harus memerhatikan jumlah hewan aqiqah. Untuk anak lelaki, hewan aqiqah yang disembelih ialah dua ekor kambing atau domba. Dan untuk anak perempuan cuma perlu seekor kambing atau domba untuk disembelih. Namun bila untuk anak lelaki tidak sanggup untuk menyembelih dua ekor, karena itu satu ekor bisa.


Keadaan Hewan Aqiqah

Syarat ke-2 , hewan yang dipakai untuk aqiqah sebaiknya pada keadaan yang sehat, tidak cacat, tidak kurus dan cukup usia untuk disembelih. Usia kambing atau domba yang akan dipakai untuk aqiqah umumnya sekitar setahun, dengan tipe kelamin jantan atau betina.


Disunnahkan juga, daging aqiqah seharusnya diolah lebih dulu. Ada dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 172, Allah berfirman:


Yaa ayyuhallaziina aamanu kulu min tayyibaati maa razaqnaakum wasykuru lillaahi ing kuntum iyyaahu ta'budun


Maknanya:


"Hai beberapa orang yang memiliki iman, konsumsilah antara rejeki yang baik yang Kami beri padamu dan syukurlah ke Allah, bila betul-betul kepada-Nya kamu menyembah."


Hewan aqiqah harus pada keadaan sehat dan bebas dari wujud rasa malu, kecacatan dan penyakit hewan yang lain yang bikin rugi. Maka dari itu, hewan aqiqah harus betul-betul bugar dan sehat, besar, gendut, banyak dagingnya, dan usaha mempunyai fisik yang prima.


Ada beberapa tipe keadaan yang mengakibatkan hewan, seperti sapi, kerbau, unta, kambing atau domba tidak sah atau mungkin tidak menjadi hewan aqiqah dalam hukum islam bila mempunyai keadaan sebagai berikut ini:


  1. Hewan alami kebutaan pada salah satunya matanya
  2. Hewan pincang pada salah satunya kakinya
  3. Hewan terserang penyakit dan sakit yang terlihat terang hingga keadaan badannya kurus dan keadaan dagingnya hancur
  4. Hewan dengan keadaan benar-benar kurus
  5. Hewan yang terputus beberapa atau semua telinganya
  6. Hewan yang terputus beberapa atau semua ekornya.


Hewan yang penuhi syarat di atas tidak dipandang seperti hewan aqiqah yang sah. Meskipun begitu, hewan yang tanduknya patah atau hewan yang tidak bertanduk, masih tetap dipandang sah sebagai hewan aqiqah.


Selainnya persyaratan- syarat itu, waktu pemotongan hewan aqiqah harus juga jadi perhatian. Hewan aqiqah disembelih di saat Idul Adha atau terhitung tanggal sepuluh Zulhijjah, nyaris sesudah waktu dua Laka dan dua doa khutbah terhitung dari terbitnya matahari.


Waktu pemotongan hewan aqiqah bersambung sampai terbenamnya matahari di tanggal tiga belas Dzulhijjah, hari akhir Tasyrik.


  • Pemilikan Hewan

Hewan aqiqah harus diketemukan sendiri, sebagai dari hasil ternak mereka, atau lewat pembelian dan pemasaran yang sah. Maka dari itu, bila hewan aqiqah itu wajib di dapat dari sumber yang halal.


Bukanlah dari hasil pencurian atau perampokan seseorang, karena itu hewan itu tidak sah dijadikan aqiqah. Hal yang sama berlaku untuk hewan yang didapat dari jasa paket aqiqah yang Anda pasrahkan untuk mengelolanya. Pada intinya hewan aqiqah harus betul- betul jadi pemilik yang sah dari hewan itu.




Jelaskan Ketentuan Umur Hewan Yang Boleh Dijadikan Hewan Aqiqah

Ada ketentuan syarat umur hewan aqiqah yang harus dijadikan dasar supaya beribadah aqiqahnya sah. Berikut kriterianya:


  • Unta Genap lima tahun, masuk tahun ke enam.
  • Sapi Genap dua tahun, masuk tahun ke-3 .
  • Kambing Genap satu tahun, masuk tahun ke-2 .
  • Domba Genap enam bulan, masuk bulan ke-7 .


Bagi Anda yang ingin berkonsultasi mengenai aqiqah bisa langsung menghubungi kami Aqiqah Abah Husein Cilacap


Demikian artikel mengenai pembahasan pertanyaan jelaskan syarat hewan yang sah dijadikan aqiqah. Terimakasih telah berkunjung, wasalamungalaikum.


close