Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jenis Kelamin Kambing untuk Aqiqah, Jantan atau Betina? Berikut Penjelasannya

Daftar Isi [Buka]

Jenis Kelamin Kambing untuk Aqiqah, Jantan atau Betina? Berikut Penjelasannya - Saat beli hewan aqiqah, kita diwajibkan untuk pilih dan pastikan sendiri jika hewan yang hendak kita gunakan itu penuhi persyaratan sebagai hewan aqiqah, baik sapi, kambing, atau unta (bila ada).


Tetapi sebagian orang kadang kebingungan untuk pilih jenis kelamin kambing untuk aqiqah, baik jantan atau betina.


jenis kelamin kambing untuk aqiqah
Jenis Kelamin Kambing untuk Aqiqah


Ditambah, semuanya orang tentu inginkan untuk melakukan kelebihan melaksanakan ibadah aqiqah. Lantas bagaimana dengan jenis kelamin kambing untuk aqiqah, yang mana lebih bagus, jantan atau betina?


Jenis Kelamin Kambing untuk Aqiqah

AqiqahAbahHusein.id. - Secara eksplisit tidak diterangkan pada suatu nash, baik Al-Qur'an atau hadits berkaitan opsi dan kelebihan jenis kelamin kambing untuk aqiqah. Tetapi beberapa ulama mengqiyaskan kasus jenis kelamin hewan aqiqah ini dengan hewan untuk qurban.


Jenis Kelamin Kambing untuk Aqiqah, Jantan atau Betina? Berikut Penjelasannya
Jenis Kelamin Kambing untuk Aqiqah, Jantan atau Betina


Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh al-Muhadzzab sempat juga menerangkan berkaitan ini. Menurut An-Nawawi, jenis kelamin kambing untuk aqiqah ini dianalogikan dengan hadits yang menerangkan kemampuan untuk pilih jenis kelamin jantan atau betina untuk qurban.


ويجوز فيها الذكر والانثى لما روت أم كرز عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: على الغلام شاتان وعلى الجارية شاة لا يضركم ذكرانا كن أو أناثا


Artinya: "Dan dibolehkan dalam berqurban dengan hewan jantan atau betina. Seperti merujuk pada suatu hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Kuraz dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, jika beliau pernah bersabda "(aqiqah) untuk anak lelaki ialah dua kambing dan untuk wanita satu kambing. Baik sejenis kelamin jantan atau betina, tidak jadi masalah," (Baca: An-Nawawi, Al-Majmu' Syarh al-Muhadzzab, Beirut: Dar- al-Fikr, tt., j. 8, h. 392).


Menurut An-Nawawi, jenis kelamin kambing untuk aqiqah jantan atau betina dalam soal ini tidak dipersoalkan karena itu dalam kerangka qurban sama. Tidak ada permasalahan.


وإذا جاز ذلك في العقيقة بهذا الخبر دل على جوازه في الاضحية ولان لحم الذكر أطيب ولحم الانثى أرطب


Maknanya: "Bila dalam soal aqiqah saja dibolehkan dengan dasar hadits itu, karena itu ini memperlihatkan kemampuan untuk memakai hewan sejenis kelamin jantan atau betina dalam qurban. Karena daging jantan lebih nikmat dari daging betina, dan daging betina lebih lembab," (Saksikan: An-Nawawi, Al-Majmu' Syarh al-Muhadzzab, Beirut: Dar al-Fikr, tt., j. 8, h. 392).


Maka dari itu, tidak ada kelebihan saat menentukan jenis kelamin untuk hewan qurban, baik jantan atau betina, tidak ada yang lebih diprioritaskan


Karena yang terpenting ialah kecocokan hewan-hewan yang hendak dipakai untuk qurban dengan persyaratan syahnya hewan qurban.


Baca Juga: Biaya Aqiqah Anak Perempuan



Jenis Kambing untuk Aqiqah

Berikut beberapa jenis kambing untuk aqiqah yang terdapat banyak di Indonesia, diantaranya:


Jenis Kambing untuk Aqiqah


  • Kambing Kacang

Ini terhitung kambing lokal yang bisa secara mudah dijumpai di Indonesia. Beberapa ciri kambing ini mempunyai tubuh yang kecil dan enteng, telinga pendek, punggung meninggi dan leher memiliki ukuran pendek.


Kambing kacang betina dan jantan mempunyai tanduk. Tinggi tubuh betina dewasa sekitaran 56 cm dan kambing jantan dewasa 60-65 cm. Berat kambing dewasa betina sekitaran 25 kg dan kambing jantan 30 kg.


Secara umum, kambing kacang warna hitam, putih, dan coklat atau gabungan dari 3 warna itu. 


Mempunyai bulu-bulu pendek di semua badan terkecuali pada ekor dan dagu, ini jadi kambing untuk aqiqah yang bisa diputuskan.


  • Kambing Etawa

Ini adalah kambing yang dihadirkan dari india. Kambing Etawa sebagai pemroduksi susu dan terhitung kambing pedaging.


Kambing Etawa bertubuh yang relatif besar dengan tinggi sekitaran 90-130 cm untuk jantan dan sekitaran 92 cm untuk betina. Berat kambing Etawa jantan sekitaran 100 kg, dan betina sekitaran sampai 63 kg.


Kambing Etawa mempunyai keunikan tertentu, yakni mempunyai telinga yang terkulai ke bawah dan panjang. Kambing ini mempunyai sundul pendek untuk jantan atau betina.


Jenis kambing untuk aqiqah dari kambing Etawa ini pas cocok untuk diputuskan. Karena bisa gampang dijumpai, walau mempunyai harga yang semakin tinggi dibandingkan jenis kambing yang lain.


  • Kambing Peranakan Etawa (PE)

Jenis kambing untuk aqiqah selainnya kambing Etawa ialah kambing peranakan Etawa, yang disebut hasil persilangan dari kambing Etawa dengan kambing lokal atau kambing kacang.


Jenis kambing ini menyebar nyaris di semua daerah di Indonesia. Kambing PE memiliki keserupaan dengan kambing Etawa, tetapi ukuran lebih kecil.


Beberapa ciri dari kambing PE ialah telinganya yang panjang dan terkulai, warna bulu-bulunya coklat muda sampai kehitaman. Berat yang betina sekitaran 35 kg dan kambing jantan sekitaran lebih 40 kg, dengan tinggi sampai 100 cm.


  • Kambing Gibas

Selainnya jadi jenis kambing untuk aqiqah, kambing gibas kerap dipakai oleh warga Indonesia untuk sembelihan Qurban.


Sama dengan namanya, ciri-ciri kambing ini memiliki ekor tipis, badan yang kecil, dan memiliki bulu-bulu yang relatif kasar. Dagingnya sendiri relatif kecil.


Baca Juga: Syarat Kambing Aqiqah Jantan atau Betina


Kesimpulan Jenis Kelamin Kambing untuk Aqiqah

Jenis kelamin kambing untuk dijadikan aqiqah bisa jantan dan betina. Namun, untuk lebih afdolnya ialah jantan.


Hal ini dikarenakan, dengan menggunakan kambing jantan maka jumlah daging yang didapat bisa lebih banyak, berbeda dengan betina yang cenderung lebih sedikit.


Demikian artikel mengenai jenis kelamin kambing untuk aqiqah. Semoga artikelnya bermanfaat, terimakasih, Wassalamungalaikum, Wr, Wb....

close