Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Simak! Kapan Waktu Penyembelihan Hewan Aqiqah yang Afdhol

Daftar Isi [Buka]

Aqiqah merupakan ibadah yang hampir sama dengan qurban, perbedaannya ialah waktu pelaksanaannya. Jika ibadah qurban dilaksanakan ketika Idhu Adha lalu kapan waktu penyembelihan hewan aqiqah?

Dengan melaksanakan ibadah aqiqah sesuai dengan syariat yang telah ditentukan, diharapkan ibadah ini sah dan mendapatkan pahala.

Kapan Waktu Penyembelihan Hewan Aqiqah yang Afdhol
Kapan Waktu Penyembelihan Hewan Aqiqah


Aqiqah sendiri merupakan ibadah sebagai betnuk rasa syukur terhadap kelahiran seorang anak perempuan ataupun laki-laki.

Pelaksanakan aqiqah biasanya dilakukan dihari ketujuh pasca kelahiran, namun ada ulama yang berbeda pendapat mengenai waktu pelaksanaannya.


Ada yang menyebutkan waktu pelaksanaan aqiqah 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Adapula menunggu si orang tua telah mampu secara financial untuk membeli kambingnya.


Baca Juga: Tips Memilih Kambing Aqiqah



Kapan Waktu Penyembelihan Hewan Aqiqah, Berikut Penjelasannya

Sebagian besar para (jumhur) ulama bermufakat jika penerapan waktu penyembelihan hewan aqiqah pada hari ke-7 dari kelahiran. Ini berdasar sabda Nabi SAW, yang maknanya, "Tiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya di hari ke-7 , dan ia dicukur, dan dinamakan." (HR Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Tirmidzi).


Akan tetapi, berdasar pendapat beberapa ulama, jika terlewatkan dan tidak dapat dikerjakan di hari ke-7, aqiqah itu dapat dikerjakan di hari ke-14. Apabila tidak juga bisa, karena itu di hari ke-21.


Pendapat ini didasari pada hadist yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi SAW, beliau berbicara bahwasanya, "Hewan aqiqah itu disembelih di hari ke-7 , atau ke-4 belas, atau ke-2 puluh satunya." (HR Baihaqi dan Thabrani).


Tetapi, sesudah tiga minggu tetap tidak sanggup, karena itu kapan saja realisasinya bisa dilaksanakan di saat telah sanggup. Karena, penerapan pada beberapa hari ke-7 , ke-4 belas dan ke-2 puluh satu ialah karakternya sunah dan paling penting bukan harus. Dan bisa melakukannya saat sebelum hari ke-7 .


Sementara untuk bayi yang wafat saat sebelum hari ke-7 disunahkan untuk disembelihkan aqiqahnya. Ketentuan ini, berdasar sebagian ulama, berlaku untuk calon bayi yang wafat saat ada dalam kandungan ibunya dengan persyaratan telah berumur 4 bulan dalam kandungan.


Ketentuan Hewan Aqiqah yang Sesuai dengan Syariat Islam

Setelah kita mengetahui kapan waktu penyembelihan hewan aqiqah, selanjutnya mari kita bahas ketentuan hewan aqiqah yang sebaiknya digunakan. Berikut beberapa macam kambing untuk aqiqah yang terdapat banyak di Indonesia, diantaranya:


  • Kambing Kacang

Ini tergolong kambing lokal yang bisa secara mudah dijumpai di Indonesia. Beberapa ciri kambing ini mempunyai tubuh yang kecil dan enteng, telinga pendek, punggung meninggi dan leher memiliki ukuran pendek.


Kambing kacang betina dan jantan mempunyai sundul. Tinggi tubuh betina dewasa sekitaran 56 cm dan kambing jantan dewasa 60-65 cm. Berat kambing dewasa betina sekitaran 25 kg dan kambing jantan 30 kg.


Secara umum, kambing kacang warna hitam, putih, dan coklat atau gabungan dari 3 warna itu. Mempunyai bulu-bulu pendek di semua badan terkecuali pada ekor dan dagu, ini jadi kambing untuk aqiqah yang bisa diputuskan.


  • Kambing Etawa

Ini adalah kambing yang dihadirkan dari india. Kambing Etawa sebagai pemroduksi susu dan terhitung kambing pedaging.


Kambing Etawa bertubuh yang relatif besar dengan tinggi sekitaran 90-130 cm untuk jantan dan sekitaran 92 cm untuk betina. Berat kambing Etawa jantan sekitaran 100 kg, dan betina sekitaran sampai 63 kg.


Kambing Etawa mempunyai keunikan tertentu, yakni mempunyai telinga yang terkulai ke bawah dan panjang. Kambing ini mempunyai sundul pendek untuk jantan atau betina.


Tipe kambing untuk aqiqah dari kambing Etawa ini pas cocok untuk diputuskan. Karena bisa gampang dijumpai, walau mempunyai harga yang semakin tinggi dibandingkan tipe kambing yang lain.


  • Kambing Peranakan Etawa (PE)

Tipe kambing untuk aqiqah selainnya kambing Etawa ialah kambing peranakan Etawa, yang disebut hasil persilangan dari kambing Etawa dengan kambing lokal atau kambing kacang.


Tipe kambing ini menyebar nyaris di semua daerah di Indonesia. Kambing PE memiliki keserupaan dengan kambing Etawa, tetapi ukuran lebih kecil.


Beberapa ciri dari kambing PE ialah telinganya yang panjang dan terkulai, warna bulu-bulunya coklat muda sampai kehitaman. Berat yang betina sekitaran 35 kg dan kambing jantan sekitaran lebih 40 kg, dengan tinggi sampai 100 cm.


  • Kambing Gibas

Selainnya jadi tipe kambing untuk aqiqah, kambing gibas kerap dipakai oleh warga Indonesia untuk sembelihan Qurban. Sama dengan namanya, ciri-ciri kambing ini memiliki ekor tipis, badan yang kecil, dan memiliki bulu-bulu yang relatif kasar. Dagingnya sendiri relatif kecil.


Itu tadi pembahasan mengenai kapan waktu penyembelihan hewan aqiqah. Untuk Anda yang akan melaksanakan aqiqah sebaiknya lakukan pemotongan sesuai yang ditentukan.

close