Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ketentuan Hewan Aqiqah Menjadi Penentu Syah-nya Ibadah

Daftar Isi [Buka]

Ketentuan hewan aqiqah merupakan prasyarata ibadah aqiqah bisa diterima secara syariat. Dengan mengetahui ketentuan ini diharapkan pelaksanaan aqiqah tidak keluar dari jalur yang telah ditentutkan segingga ibadah sakral ini bisa bernilai ibadah dan mendapatkan palaha disisiNya.


Ketentuan Hewan Aqiqah
Ketentuan Hewan Aqiqah


Ada banyak persyaratan yang musti dilakaukan dalam menjalankan ibadah aqiqah, salah satunya ialah ketentuan kambing aqiqah yang harus sudah berumur, tidak cacat dan lain sebagainya, untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan dibawah ini.


Ketentuan Hewan Aqiqah

Sebelum melaksanakan ibadah ini, mari bersama kita ulas ketentuan hewan aqiqah dibawah ini.


  • Jumlah Hewan Aqiqah

Ketentuan hewan aqiqah untuk anak lelaki dengan anak wanita ini mempunyai syarat yang sedikit berlainan. Di mana jumlah hewan aqiqah yang disembelih untuk anak lelaki yakni dua ekor kambing atau domba. Dan jumlah hewan yang diperlukan untuk anak wanita cuma memerlukan seekor kambing atau domba saja.


Meskipun begitu, jumlah ini bisa juga disamakan untuk Bunda yang kurang mampu secara financial. Bila tidak sanggup untuk menyembelih dua ekor, karena itu dapat dicicil menyembelih seekor saja dulu, baru ketika suatu saat telah mampu membeli maka bisa dilaksanakan dikemudian hari.


  • Lihat Keadaan Hewan Aqiqah

Ketentuan kambing aqiqah selanjutnya yakni lihat keadaan hewan yang hendak dipakai untuk penerapan aqiqah. Keadaannyna yakni hewan itu harus ada pada keadaan sehat, tidak cacat, cukup usia, dan tidak kurus.


Ketentuan domba atau kambing untuk aqiqah mempunyai range usia setahun dan mempunyai tipe kelamin jantan atau betina. Hukum aqiqah ini sunnah muakkad, tetapi daging aqiqah ini disunahkan untuk diolah lebih dulu.




Ketentutan Rukun Aqiqah

Ada rukun pelaksanaa aqiqah yang perlu dilakukan untuk lakukan Aqiqah. Rukun dan tata langkah aqiqah yakni seperti berikut.


  • Jumlah hewan aqiqah.

Rukun aqiqah yang pertama ialah harus memerhatikan ketentuan jumlah hewan aqiqah. Untuk anak lelaki, hewan aqiqah yang disembelih ialah dua ekor kambing atau domba. Dan untuk anak wanita cuma perlu seekor kambing atau domba untuk disembelih. Namun bila untuk anak lelaki tidak sanggup untuk menyembelih dua ekor, karena itu satu ekor bisa.


  • Keadaan hewan aqiqah.

Rukun aqiqah ke-2 , ketentuan hewan aqiqah sebaiknya pada keadaan yang sehat, tidak cacat, tidak kurus dan cukup usia untuk disembelih. Umur hewan aqiqah kambing atau domba yang hendak dipakai untuk aqiqah umumnya sekitar setahun, dengan tipe kelamin jantan atau betina. Disunnahkan juga, daging aqiqah seharusnya diolah lebih dulu. Ada dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 172, Allah berfirman:


Yaa ayyuhallaziina aamanu kulu min tayyibaati maa razaqnaakum wasykuru lillaahi ing kuntum iyyaahu ta'budun


Maknanya:


"Hai beberapa orang yang memiliki iman, konsumsilah antara rejeki yang baik yang Kami beri padamu dan syukurlah ke Allah, bila betul-betul kepada-Nya kamu menyembah."


  • Cukur rambut anak.

Untuk melakukan aqiqah, hal pertama kali yang harus dilaksanakan dengan cukur rambut anak berumur tujuh hari sampai gundul. Ini supaya bayi terlepas dari bujukan setan yang mengikutinya saat lahir. Adapun doa saat menyukur rambut bayi saat aqiqah yakni seperti berikut:


Bismillahirohmanirrohiim alhamdulillahirobbil 'aalamiin allahuma nurussamawati wanurussyamsi walqomari allahuma syirullahi nurunnubuwati rosulallahi salallahu alaihi wasalama walhamdu lillahi robil 'alamin


Maknanya :


"Dengan menyebutkan nama Allah Yang Maha Penyayang kembali Maha Pengasih. Semua puji untuk Allah, Tuhan alam semesta, Ya Allah, sinar langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, sinar kenabian, Rasululullah SAW, dan semua puji Untuk Allah, Tuhan alam semesta."


Selainnya memulai dengan doa, saat cukur rambut bayi ada tata langkah seperti berikut:


  1. Arah saat cukur rambut diawali dari samping kanan ke kiri.
  2. Rambut bayi dicukur semua (bersih atau gundul) hingga tidak ada kotoran yang masih ada.
  3. Rambut hasil cukuran sang bayi selanjutnya ditimbang dan jumlah timbangan dipandang dengan nilai emas atau perak yang selanjutnya nilai itu disedekahkan ke fakir miskin.


  • Menamai ke anak.

Sesudah cukur rambut, orang-tua harus menamai ke anak yang di aqiqah. Selainnya untuk panggilan, nama berperan sebagai doa. Maka dari itu, saat memberikan nama bayi yang baru lahir, sebaiknya memberikan nama bernama yang bagus. Seperti pada suatu hadits, Rasulullah bersabda:


"Sebenarnya kalian di hari kiamat akan diundang dengan beberapa nama kalian dan beberapa nama bapak kalian, karena itu baguskanlah namamu." (HR Muslim)


  • Menyembelih kambing atau domba

Sesudah cukur rambut dan memberikan nama untuk buah hati, setelah itu menyembelih kambing yang telah penuhi ketentutan hewan aqiqah yang sudah diterangkan di atas. Rasulullah bersabda:


"Sebenarnya Allah sudah mengharuskan langkah yang bagus ke setiap segala hal. Karena itu jika kamu membunuh, sebaiknya kamu membunuhnya secara baik, apabila kamu menyembelih sebaiknya kamu menyembelihnya secara baik dan sebaiknya dia mempermudah (kematian) binatang yang disembelihnya." (HR Muslim).


Saat menyembelih aqiqah, lebih dulu harus membaca doa menyembelih aqiqah seperti berikut:


Bismillahi wallahu Besar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu… (sebut nama bayi).


Maknanya:


"Bernama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, aqiqah ini ialah karuniamu dan saya balikkan kepada-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami, ini aqiqah…(sebut nama anak yang diaqiqahi)."


  • Makan bersama

Kegiatan dari rangkaian aqiqah akan disudahi dengan makan bersama-sama dan doa bersama supaya anak yang aqiqah akan tumbuh jadi anak yang sholeh atau sholehah, dan bermanfaat untuk beberapa orang disekelilingnya.


Dengan melaksanakan ibadah aqiqah sesuai dengan ketentuan syariat semoga ibadah ini bisa diterima disisNya. Yang di aqiqahi menjadi anak yang sholih sholihah, berbakti kepada kedua orang tua, berguna bagi nusa dan bangsa.


Demikian atikel mengenai ketentuan hewan aqiqah dan rukun tata caranya. Semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih telah berkunjung, Wassalamungalaikum, wr,wb.

close