Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Simak! Pembagian Daging Aqiqah Menurut Islam, Disunnahkan Dalam Bentuk Apa?

Daftar Isi [Buka]

AqiqahAbahHusein.id - Saat ini masih banyak para orang tua yang masih bingung mengenai pembagian daging aqiqah menurut Islam. Apakah dibagikan dalam keadaan daging aqiqah masih mentah atau sudah matang.


Aqiqah sendiri merupakan ibadah yang mengharuskan penyembelihan, entah itu kambing, sapi atau unta. Namun yang jelas, ibadah ini menggunakan daging yang pembagian daging aqiqah telah diatur menurut Islam.


Pembagian Daging Aqiqah Menurut Islam
Pembagian Daging Aqiqah Menurut Islam


Pada kesempatan kali ini kita akan menjelaskan perihal masalah mengenai pembagian daging aqiqah menurut Islam. Berikut penjelasan lengkapnya.


Pembagian Daging Aqiqah Menururt Islam

Ada kemiripan di antara kurban dengan aqiqah. Pertama, sama berbentuk pemotongan hewan. Ke-2 , dagingnya bisa dimakan sendiri dan dibagi-bagikan / disedekahkan ke seseorang seperti famili, tetangga, atau fakir miskin. Dan ketidaksamaan paling mencolok di antarakeduanya ialah, waktu realisasinya.


Pembagian Daging Aqiqah Menurut Islam
Pembagian Daging Aqiqah Menurut Islam


Penerapan pemotongan hewan kurban jatuh di hari raya Idul Adha dan hari tasyrik, kalau pembagian daging aqiqah menurut Islam disarankan di hari ketujuh sesudah kelahiran (bila sanggup). Tapi, daging hasil sembelihan kurban atau aqiqah bisa susul di hari selanjutnya apa bila keadannya tidak memungkinkan.



Siapa Saja yang Tidak Boleh Makan Daging Aqiqah

Hukum aqiqah ialah sunnah muakad, maknanya ibadah ini sangat disarankan bila sanggup melaksanakan. Ini tertera dalam sebuah hadist seperti berikut.


Siapa Saja yang Tidak Boleh Makan Daging Aqiqah
Siapa Saja yang Tidak Boleh Makan Daging Aqiqah


"Tiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih di hari ke tujuh, dicukur (rambutnya), dan dinamakan"(HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah).


Persyaratan kambing yang disembelih untuk acara aqiqah sama dengan hewan kurban, yakni sehat, tidak cacat, dan cukup umur. Lalu, apa daging aqiqah boleh dikonsumsi keluarga? Baca jawabnya dalam tulisan di bawah ini.


"Seperti kurban, daging aqiqah boleh dikonsumsi, disedekahkan, dan tidak boleh dijualbelikan. Disunnahkan untuk mengolah daging aqiqah, lalu bagian keluarga turut makan daging itu".


Hal itu dikuatkan dalam sebuah kisah hadist berikut ini:


"Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak lelaki dan seekor kambing untuk anak wanita. Dia diolah tanpa memutus tulangnya. Lantas dikonsumsi (oleh keluarganya), dan disedekahkan di hari ke-7 "(HR. Al-Bayhaqi).


Pemotongan kambing aqiqah bisa dikerjakan secara simbolik, karena sekarang ini telah banyak tempat makan yang sediakan masakan kambing siap makan untuk kepentingan acara aqiqah.


Siapa saja yang berhak memakan daging aqiqah? apakah keluarga yang mengaqiqahi tidak boleh makan dagingnya? Jawabnya ialah dibolehkan, karena pada hakekatnya aqiqah sama dengan beribadah kurban, yakni memberikan peluang ke fakir miskin untuk nikmati daging kurban.


Baca Juga: Aqiqah Harus Kambing Jantan atau Betina


Tatacara Membagikan Daging Aqiqah

Bagaimana cara pembagian daging aqiqah yang benar? Aqiqah di Indonesia biasanya dilakukan dengan mengundang keluarga dan tetangga untuk mendoakan bersama-sama untuk bayi. Pada saat acara ini dilakukan juga membagikan daging aqiqah yang sudah berbentuk sate atau gulai.


Tatacara Membagikan Daging Aqiqah
Membagikan Daging Aqiqah


Namun, ada juga yang langsung membagikan daging aqiqah dalam keadaan matang tanpa melakukan acara aqiqahan. Apalagi pada masa pandemi yang tidak diperbolehkan kumpul-kumpul, untuk itu pembagian daging aqiqag ini dilakukan tanpa mengadakan seremoni.


Seremoni acara aqiqah memang banyak ragam bentuknya, ada yang mengundang pengajian, sholawatan bersama dan lain-lain. Semua itu dilakukan agar semakin banyak yang mendoakan kebaikan dan juga mudah untuk membagikan daging aqiqah ini tanpa perlu kita mengantarkan ke rumah masing-masing.


Hukum Pembagian Daging Aqiqah

Pada dasarnya hukum pembagian daging aqiqah mempunyai status yang sama dengan hewan kurban. Hal yang sama berlaku dengan ketetapan pembagian dagingnya walau pembagian daging aqiqah disarankan pada keadaan masak.


Hukum pembagian daging aqiqah pada keadaan masak atau siap sajian memiliki sifat opsional. Pembagian daging aqiqah mentah dapat dilaksanakan berbentuk daging fresh saat sebelum diolah seperti pendapat mazhab Syafi'i di bawah ini.


قَوْلُهُ (لَكِنْ لَا يَجِبُ التَّصَدُّقُ إلَخْ) أَيْ وَلَوْ كَانَتْ مَنْذُورَةً م ر أَيْ بَلْ هُوَ مُخَيَّرٌ بَيْنَ التَّصَدُّقِ بِالنِّيءِ، وَالْمَطْبُوخِ


Aetinya, "(Tetapi tidak harus disedekahkan…dan selanjutnya) sekalinya itu dinadzarkan seperti info Syekh M Ramli. Dia boleh pilih di antara menyedekahkannya pada kondisi daging fresh (daging mentah) dan pada keadaan masak," (Saksikan Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujarimi alal Manhaj).


Dari info ini, kita bisa mengaitkan jika pembagian daging aqiqah menurut Islam tidak harus dilaksanakan pada kondisi masak. Pembagian daging aqiqah boleh dilaksanakan pada keadaan mentah atau memang belum diolah.


فَيَجِبُ التَّصَدُّقُ بِجَمِيعِهَا عَلَى الْفُقَرَاءِ شَوْبَرِيٌّ، وَيَتَخَيَّرُ بَيْنَ أَنْ يَتَصَدَّقَ بِجَمِيعِهَا نِيئًا، وَبَيْنَ أَنْ يَتَصَدَّقَ بِالْبَعْضِ نِيئًا، وَبِالْبَعْضِ مَطْبُوخًا وَلَا يَصِحُّ أَنْ يَتَصَدَّقَ بِالْجَمِيعِ مَطْبُوخًا


Artinya, "Semua harus disedekahkan ke orang fakir seperti penglihatan As-Syaubari. Seorang boleh pilih di antara menyedekahkan semua pada kondisi mentah, atau menyedekahkannya beberapa pada kondisi mentah dan sebagiannya pada keadaan masak. Tidak syah menyedekahkan semua pada kondisi masak," (Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujarimi alal Manhaj).



Batas Waktu Pembagian Daging Aqiqah

Hakekat dari aqiqah ialah menyembelih kambing dalam rencana melaksanakan ibadah ke Allah, karena mensyukuri nikmat atas kelahiran anak.


Dari Salman bin Amir ad-Dhabbi Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَتُهُ، فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا، وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى


Tiap anak ada aqiqahnya, disembelihkan hewan buatnya dan dicukur rambutnya. (HR. Bukhari 5471, Ahmad 16229 dan yang yang lain).


Hadis ini memperlihatkan jika pokok dari aqiqah ialah aktivitas pemotongannya dan bukan pembagian dagingnya. Karenanya, bila kita ingin jalankan aqiqah pada hari ke-7 pasca-kelahiran, karena itu yang harus kita kerjakan ialah menyembelih kambing pada hari itu.


Bagaimana cara pembagian daging aqiqah dan qurban? Sementara untuk pembagian daging aqiqah, beberapa ulama menerangkan jika syariat memberi keringanan. Dalam makna tidak harus bersamaan sama waktu pemotongan. Seperti qurban, pemotongannya dilaksanakan di saat yang sudah diputuskan, yakni idul adha dan hari tasyriq, sementara distribusi dagingnya boleh susul.


Sehingga tidak ada batas waktu pembagian daging aqiqah. Jika dipercepat karena melihat keadaan daging yang baik ketika baru disembelih, maka sebaiknya pembagiannya dilakukan pada saat baru saja hewan aqiqah dipotong.


Ibnu Qudamah menerangkan,


وسبيلها في الأكل والهدية والصدقة سبيلها ـ يعني سبيل العقيقة كسبيل الأضحية.. وبهذا قال الشافعي. وقال ابن سيرين : اصنع بلحمها كيف شئت


Ketentuan dalam aqiqah, seperti hukum makan, dihadiahkan dan disedekahkan, sama dengan ketentuan qurban - maknanya ketentuan aqiqah sama dengan ketentuan qurban.. dan ini yang dipastikan as-Syafi'i. Ibnu Sirin menjelaskan, ‘Tangani dagingnya sama sesuai yang anda harapkan.'


Beliau memperjelas,


والأشبه قياسها على الأضحية لأنها نسيكة مشروعة غير واجبة فأشبهت الأضحية ولأنها أشبهتها في صفاتها وسنها وقدرها وشروطها فأشبهتها في مصرفها


Yang paling dekati, aqiqah diqiyaskan dengan kurban. Karena aqiqah ialah beribadah yang disyariatkan dan hukumnya tidak harus, hingga sama dengan qurban. 


Dan karena aqiqah sama dengan qurban untuk persyaratan hewannya, umurnya, batasnya, dan persyaratan-syaratnya, hingga langkah pembagiannya sama dengan qurban. (al-Mughni, 9/463).


Demikian tadi pembahasan mengenai pembagian daging aqiqah menurut Islam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang akan melaksanakan ibadah aqiqah, bila Anda ingin berkonsultasi mengenai aqiqah jangan ragu untuk menghubungi kami Aqiqah Cilacap Abah Husein.


Tags: hukum pembagian daging aqiqah, yang tidak boleh makan daging aqiqah pembagian daging aqiqah dan qurban, pembagian daging aqiqah dalam kondisi, pembagian daging aqiqah nu online, hukum daging aqiqah untuk hajatan nu online, batas waktu pembagian daging aqiqah, pembagian daging aqiqah mentah

close