Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah Dengan Kambing Qurban yang Umat Islam Wajib Ketahui

Daftar Isi [Buka]

Aqiqah jika dilihat dari bentuknya sebenarnya mempunya persamaan dengan qurban yaitu sama-sama menggunakan hewan untuk disembelih. Adapun perbedaan syarat kambing aqiqah dengan kambing qurban pun tidak begitu menonjol.


Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah Dengan Kambing Qurban
Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah Dengan Kambing Qurban


Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah dengan Kambing Qurban dalam Segi Pembagiannya

Dari sisi syariat, ke-2 nya memang mempunyai kesamaan menyembelih hewan, tetapi ada perbedaan terang berdasar Al-Qur'an dan hadist. 


Merilis dari Dompet Dhuafa, perbedaan syarat kambing aqiqah dengan kambing qurban ini dilihat dari beberapa hal, yakni arah, tipe hewan, jumlah hewan, waktu pemotongan, jumlah penerapan yang disyariatkan, pemberian daging, bentuk daging yang diberi, dan biaya untuk penyembelih.


Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah Dengan Kambing Qurban
Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah Dengan Kambing Qurban

Aqiqah cuma dilaksanakan sekali sepanjang umur. Bila anak telah diaqiqahkan oleh orang tuanya saat bayi, jadi tidak perlu aqiqah kembali saat anak bergerak dewasa.


Perbedaan syarat kambing aqiqah dengan kurban yang tidak terbatasi jumlah realisasinya sepanjang umur.


  • Perbedaan Dalam Pemberian Daging


Islam atur pemberian daging kurban dan aqiqah agar pas target. Pada aqiqah, dagingnya bisa dikasih ke siapa saja, tidak melihat status ekonomi.


Beda hal pada kurban, beberapa ulama setuju ada kelompok yang menerima daging ada 3 yakni:


  1. sepertiga untuk fakir miskin
  2. sepertiga untuk keluarga yang berkurban
  3. sepertiga untuk tetangga atau famili paling dekat.


Allah berfirman pada ayat berikut ini:


"Karena itu konsumsilah sebagiannya (daging kurban) dan berilah makan orang yang berasa cukup dengan apa yang telah ada kepadanya (orang yang tidak minta-minta) dan orang yang minta," (QS.Al-Hajj:36).


  • Perbedaan Wujud Daging yang Diberi


Ini wajar umat Islam kenali, tetapi harus dikenang kembali jika daging kurban dibagi pada keadaan mentah, sementara daging dari aqiqah harus pada kondisi masak


Oleh karena itu, janganlah sampai terganti karena aqiqah seperti sediakan makanan pada tamu. 


Berlainan dengan kurban yang penyuguhannya diberikan pada kemauan masing-masing yang memperoleh daging.


Baca Juga: Pembagian Daging Aqiqah


  • Perbedaan Biaya Penyembelih
Biaya jadi perbedaan syarat kambing aqiqah dengan kambing qurban yang harus umat Islam perhatikan dengan seksama. Orang yang menyembelih hewan kurban tidak diberi gaji, tetapi dia terima daging dari yang sudah sembelih olehnya.


Berbeda dengan aqiqah, beberapa penyembelih bisa minta gaji pada empunya hajat.


Delapan tanda itu jadi pembanding di antara kurban dan aqiqah, karena itu tidak boleh terganti kembali. Saat sebelum melakukan kurban, umat Islam harus tahu tiga larangan kurban agar beribadah jadi prima.


  • Larangan Jual Daging Aqiqah dan Kurban
Imam Syafi'i menjelaskan jika binatang kurban memiliki sifat nusuq, yakni hewan yang disembelih untuk dekatkan diri pada Allah.


Dengan begitu, beberapa yang menerima daging qurban Idul Adha dilarang jual kembali daging yang sudah diterima.


Mencuplik dari zakat.or.id, saat hewan ternak telah disembelih, karena itu semua anggota badan dan dagingnya harus selekasnya dibagi atau diberi sebagai hadiah. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلاَ أُضْحِيَّةَ لَه


Artinya: Barangsiapa jual kulit hasil sembelihan qurban, jadi tidak ada qurban untuknya, (HR. Al Hakim).



  • Larangan Potong Kuku dan Pangkas Rambut untuk Berkurban


مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

Artinya: Barangsiapa yang sudah mempunyai hewan yang akan diqurbankan, jika sudah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, karena itu jangan sampai ia menggunting sedikitpun sisi dari rambut dan kukunya sampai ia usai menyembelih - HR.Muslim dan Abu Daud


  • Larangan Jual Kembali Hewan Kurban yang Sudah Ditetapkan


Bila pekurban telah beli hewan untuk berkurban, karena itu dia jangan jual kembali dengan niat yang lain.


Beberapa pekurban harus ingat jika niat berkurban hanya karena hanya Allah, tidak untuk ekspos keadaan ekonomi. Bila ada ketidaksamaan dengan ukuran atau keadaan hewan, karena itu mengganti lebih bagus dibanding jual kembali.


  • Perbedaan Niat Kurban dan Aqiqah

Secara dasar, kurban mempunyai pengertian menyembelih hewan dengan arah dekatkan diri pada Allah di hari raya Haji atau umum disebutkan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah dan 3 hari tasyrik pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Sementara, aqiqah mempunyai makna menggunting.


Menurut beberapa ulama maknanya bermacam, baik itu menggunting hewan atau cukur rambut bayi. Secara istilah, akikah menyembelih hewan sebagai rasa sukur ke Allah atas kelahiran buah kesayangan yang diselipin pemangkasan rambut bayi.

مَعَ الغُلاَمِ عَقِيقَةٌ

Artinya: Aqiqah mengikuti lahirnya seorang bayi, (H.R. Bukhari).

  • Perbedaan dari Tipe Hewan
Kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta sebagai hewan yang dibolehkan beberapa ulama untuk jadi hewan ternak. Merilis dari Dompet Dhuafa, hewan ternak jangan ada cacat. Lalu, cukup umurnya umumnya disaksikan dari telah ganti giginya.


Bila domba, itu minimum berumur setahun dan telah tukar gigi. Bila memakai kambing, karena itu minimum telah berumur 2 tahun. Selanjutnya, sapi dan kerbau capai 2 tahun lebih. Paling akhir, unta harus capai umur 5 tahun atau lebih.


Sementara, hewan yang bisa dipakai untuk aqiqah yakni kambing atau domba dengan tanda tidak cacat, umurnya ialah cukup dewasa dengan ganti gigi. Hal itu berdasar hadist Nabi Muhammad SAW berikut ini:


"(Aqiqah) untuk anak lelaki ialah dua kambing dan untuk wanita satu kambing. Baik sejenis kelamin jantan atau betina, tidak jadi masalah," (sama sesuai dalam kitab al-Majmu' Saryh muhazzab).


  • Perbedaan Jumlah Hewan yang Disembelih
Perbedaan lain pada kurban dan aqiqah yakni jumlah hewan yang disembelih. Pada kurban, banyaknya tidak terbatasi dari tipe hewan yang dibolehkan beberapa ulama, dan aqiqah disaksikan dari kelahiran. 


Berdasar sabda Rasulullah, aqiqah untuk anak laki - laki ialah dua kambing dan untuk wanita satu kambing.


  • Perbedaan Waktu Pemotongan
Perbedaan terang yang lain yakni waktu pemotongan hewan kurban Idul Adha harus di tanggal 10, 11 , 12, 13 Dzulhijjah. Oleh karena itu, selainnya beribadah, kurban momen satu tahun sekali di tanggal-tanggal tertentu.


Pemesanan hewan kurban ke peternak bisa juga kelompok atau individu. Berlainan dengan aqiqah yang dapat setiap waktu, bahkan juga sampai anak telah tumbuh dewasa (baligh), jika orangtua belum mempunyai kekuatan keuangan yang cukup.


Kurban atau aqiqah dahulu?

Perbedaan waktu berikut yang kadang membuat orang kebingungan untuk memprioritaskan kurban atau aqiqah.


Merilis Dompet Dhuafa, sebaiknya untuk umat Islam yang mempunyai keadaan keuangan bagus untuk memprioritaskan kurban, khususnya saat bulan Zulhijjah atau Idul Adha makin dekat. Hal itu karena kurban tidak dapat dilaksanakan setiap waktu seperti aqiqah.


Hukum Aqiqah dan Qurban

Aqiqah dan qurban terlihat perbedaan dalam penggunaan jumlah hewannya. Hal ini dikarenakan ada perbedaan hukum aqiqah dan qurban.


Hukum Aqiqah dan Qurban
Hukum Aqiqah dan Qurban


Hukum Aqiqah

Berdasar kitab 'Hasyiyatus Syarqowi ala-ala Thullab bi Syarhit Tahrir' oleh Syekh Syarqowi, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad. Tapi, jadi harus jika dinazarkan awalnya.


Tujuan Aqiqah

Aqiqah mempunyai tujuan untuk hilangkan masalah dari si anak hingga fisik dan adab tumbuh secara baik. Disamping itu, arah sedekah dalam hukum aqiqah dapat terwujud.


Hal tersebut berdasar hadist kisah Bukhari yang mengeluarkan bunyi:


عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَعَ الْغُلاَمِ عَقِيقَتُهُ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الأَذَى 


Artinya: Dari Salman bin 'Amir Adh Dhabbi, dia berbicara, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Pada (tiap) anak lelaki (yang lahir) harus diaqiqahi, karena itu sembelih lah (aqiqah) buatnya dan menghilangkan masalah darinya.'


Tatacara Pelaksanaan Aqiqah

Tata langkah aqiqah dilaksanakan di hari ke-7 . Jika belum terwujud karena beberapa uzur, dapat dilaksanakan pada kelipatan tujuh yang lain.


Proses pemotongan disunnahkan saat fajar menyingsing. Untuk persyaratan kambing, yaitu dua untuk anak lelaki dan satu untuk anak wanita dengan keadaan sehat dan tidak ada cacat.


Dibolehkan dengan mencukupkan diri dengan satu ekor kambing untuk anak lelaki. Tetapi, jika waktu disarankan hukum aqiqah (hari ke-7 ) keluarga pada kondisi fakir, jadi tidak diperintah untuk aqiqah.


Dan, saat waktu hukum aqiqah pada kondisi berkecukupan, karena itu aqiqah tetap menjadi perintah untuk orang tuanya.


Akhirnya, hukum aqiqah sesudah dewasa jadi luruh karena sebagai tanggung-jawab orangtua dan bukan anak. Ditambah, hukum aqiqah berlaku saat masuk saat yang disarankan. (kondisi keluarga saat bayi berumur 7 hari)


 فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ


Latin: fattaqullāha mastaṭa'tum wasma'ụ wa aṭī'ụ wa anfiqụ khairal li`anfusikum, wa may yụqa syuḥḥa nafsihī fa ulā`ika humul-mufliḥụn


Artinya: Karena itu bertakwalah kamu ke Allah menurut kesiapanmu dan dengarkan dan taatlah; dan infakkan lah harta yang bagus untuk diri kamu. Dan barang-siapa dijaga dianya dari kekikiran, mereka tersebut beberapa orang yang untung.



Hukum Qurban dalam Islam

Hukum melakukan ibadah kurban ialah sunnah muakkad yang memiliki arti benar-benar disarankan. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan, ibadah kurban ialah ibadah yang jarang-jarang ditinggal oleh Rasulullah SAW walau bukanlah hal yang harus.


"Hukum berkurban ialah sunah muakkadah untuk umat Islam yang telah baligh, berpikiran, dan sanggup," catat MUI dalam Fatwa MUI nomor 32 tahun 2022 mengenai Hukum dan Tutorial Penerapan Beribadah Kurban saat Keadaan Pandemi Penyakit Mulut dan Kuku.


Ketentutan ini disokong oleh pendapat sebagian besar ulama seperti Malik, Ahmad, Syafi'i dan Ibnu Hazm. Landasannya ialah hadits yang diriwayatkan dari Abu Mas'ud Al Anshari RA,


إني لأدع الأضحى وأنا موسر مخافة أن يرى جيراني أنه حتم علي


Artinya: "Sebenarnya saya tidak sedang berqurban. Walau sebenarnya saya ialah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena saya cemas jika tetanggaku menduga qurban itu ialah harus buatku." (HR Abdur Razzaq).


Kesimpulan Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah dengan Qurban

Dari penjelasan diatas mengenai perbedaan syarat kambing aqiqah dengan kambing qurban tidak ditemukan perbedaan yang berarti.


Perbedaan ini hanya terletak pada jumlah kambingnya. Untuk aqiqah anak laki-laki dua ekor dan perempuan satu ekor.


Adapun untuk qurban boleh berapa saja asalkan hewannya diperoleh dengan cara yang halal.

Demikian tadi pembahasan mengenai perbedaan syarat kambing aqiqah dengan kambing qurban. Semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih, Wassalamungalaikum Wr, Wb...

close