Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Syarat Kambing Untuk Aqiqah Sesuai Sunnah Dalam Islam Bagi Anak Perempuan dan Laki-Laki

Daftar Isi [Buka]

Syarat Kambing Untuk Aqiqah Sesuai Sunnah Dalam Islam Bagi Anak Perempuan dan Laki-Laki - Kelahiran anak tercinta selalu buat pasangan suami istri yang baru menikah sebagai hari yang ditunggu-tunggu.


Dan tidak lupa, sebagai kaum muslim, kitapun disunnahkan untuk melakukan acara aqiqah sebagai bentuk rasa sukur atas anugerah Allah dalam bentuk kelahiran seorang bayi.


Syarat Kambing Untuk Aqiqah Sesuai Sunnah Dalam Islam Bagi Anak Perempuan dan Laki-Laki
Syarat Kambing Untuk Aqiqah


Tetapi, cukup banyak pasangan muslim yang masih bimbang dan sedikit mengetahui bagaimanakah cara melakukan aqiqah itu sendiri.


Ayo kita sama-sama memerhatikan keterangan bagaimana syarat dan ketetapan untuk aqiqah di bawah ini.


Syarat Kambing Untuk Aqiqah

Sebelum membahas aqiqah lebih dalam seperti syarat kambing untuk aqiqah. Alangkah baiknya kita mengetahui arti dari kata aqiqah dari segi bahasa dan istilah.


Secara bahasa, aqiqah memiliki arti memangkas (bahasa arab: al qat'u). Tetapi ada pula mendefinisikan sebagai "nama rambut bayiyang baru dilahirkan". Dan menurut istilah, aqiqah sebagai prosespemotongan hewan sembelihan di hari ke tujuh sesudah bayi dilahirkan sebagaiwujud rasa sukur ke Allah SWT.


Ulama lain memiliki pendapat jika aqiqah adalah salah sesuatu penebus pada bayi yang dilahirkan, supaya sang bayi bisa terlepas dari kekangan jin. Adapun syarat hewan yang digunakan untuk aqiqah ialah kambing.


Pelaksanaan Aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran sang bayi. Untuk anak lelaki diwajibkan menggunting dua ekor kambing, dan anak perempuan seekor kambing.



Syarat Jumlah Kambing Untuk Aqiqah

Satu diantaranya rutinitas umat Islam dalam menyongsong kelahiran seorang anak ialah aqiqah. Aqiqah dilaksanakan dengan menyembelih hewan ternak seperti kambing. Berapakah banyaknya?


Aqiqah secara bahasa maknanya menggunting. Dalam pendapat lain, aqiqah disebutkan sebagai istilah untuk rambut bayi yang baru dilahirkan. Menurut istilah seperti diterangkan dalam buku Fiqh Beribadah oleh Zaenal Abidin, aqiqah ialah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai pernyataan sukur ke Allah SWT.


Ada beberapa hadits yang menjelaskan jika aqiqah disyariatkan dalam Islam. Seperti disebut dalam hadits Bukhari dalam shahihnya, Sulaiman ibn Ami adh-Dhaby ra. berbicara, Rasulullah SAW bersabda:


"Anak yang baru lahir sebaiknya diaqiqahi. Alirkanlah darah (sembelihan kambing) dan lenyapkanlah kotoran dan penyakit yang mengikuti anak itu (cukurlah rambutnya)." (HR. Bukhari).


Dalam hadits lain Samurah ibn Jundab ra. berbicara, Rasulullah SAW bersabda:


عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ وَيُسَمَّى


Maknanya: "Tiap anak yang dilahirkan itu tergadai dengan aqiqahnya, yakni satu ekor kambing yang disembelih buatnya di hari ke-7 , lalu sang anak dinamakan dan rambut kepalanya dicukur." (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah, Baihaqi, dan Al-Hakim).


Menurut mazhab Syafii'y, aqiqah hukumnya sunnah muakkadah. Maknanya, satu beribadah yang paling disarankan sekali untuk dilaksanakan. Jika dilaksanakan maka memperoleh pahala disebelah Allah SWT, tetapi jika tidak dilaksanakan tidak berdosa.


Jumhur ulama memiliki pendapat jika aqiqah dilaksanakan untuk anak lelaki dan perempuan yang kecil saja. Seperti mengarah pada salah satunya hadits Nabi SAW yang mengatakan jika aqiqah dilaksanakan di hari yang ke-7 .


Adapun, syarat kambing untuk aqiqah di antara anak lelaki dan perempuan mempunyai ketidaksamaan. Imam Asy-Syafi'i, Abu Tsaur, Abu Dawud, dan Ahmad seperti disebut dalam Kitab Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid Jilid 1 oleh Ibnu Rusyd mengatakan, untuk anak perempuan aqiqahnya ialah seekor kambing dan untuk anak lelaki ialah dua ekor kambing.


Pendapat itu disebut dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Abu Dawud, Umm Kurz al-Ka'biyyah dengar Rasulullah SAW bersabda:


"Untuk anak lelaki sembelihlah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan seekor saja." (HR. Abu Dawud).


Imam Nawawi rahimahullah dalam kitabnya al-Majmu menerangkan, hewan yang pantas (syah) disembelih untuk aqiqah ialah domba yang dewasa dan kambing yang dewasa yang telah mempunyai gigi seri (gigi depan).


Kambing itu pun tidak bisa cacat. Pada umumnya, karakter hewan aqiqah sama dengan hewan kurban.


Baca Juga: Syarat Kambing Aqiqah Jantan atau Betina


Dasar Hukum Pelaksanaan Aqiqah

Aqiqah sebagai tuntunan nabi Rasulullah SAW. Dalam islam, hukum aqiqah dibagi jadi 2 jenis yaitu sunnah dan harus. Hal tersebut didasari atas dalil-dalil dan tafsiran dari beberapa ulama.


Sunnah

Opini pertama dari sebagian besar ulama (seperti imam Malik, imam Syafii, imam Ahmad) mengenai hukum aqiqah adalah sunnah (mustahab). Opini ini karakternya terkuat dibanding pendapat-pendapatlain .


Maka, ulama menerangkan jika aqiqah itu hukumnya sunnah muakkad, yaitu sunnah yang perlu diprioritaskan. Dalam pengertian, jika seorang sanggup (mempunyai harta yang cukup) karena itu disarankan mengaqiqah anaknya saat bayi. Sedangkan untuk orang yang tidak sanggup karena itu aqiqah bisa ditinggal.


Wajib

"Anak-anak itu tergadai (ketahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan buatnya di hari ke-7 , dicukur kepalanya dandiberi nama." (HR Ahmad)


Dengan berpatok pada hadist di atas,beberapa ulama (seperti Imam Laits dan Hasan Al-Bashri) memiliki pendapat jika hukum aqiqah ialah harus untuk dilaksanakan. Mereka menerjemahkan alasan di atas bahwa seorang anak tidak dapat memberi syafaat ke orang tuanya saat sebelum mereka diaqiqah, karenanya hukumnya jadi Wajib. Akan tetapi pendapat ini dipandang sangat kurang kuat dan ditampik oleh mayoritas ulama.


Dalil-Dalil Dasar Aqiqah

Ada banyak alasan yang menerangkantentang sunnahnya lakukan aqiqah bagi seorang bayi yang baru dilahirkan. Salah satunya yakni:


Dari Samurah bin Jundab ia berbicara , Rasulullah bersabda. : "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang di hari ke-7 nya disembelih hewan (kambing), dinamakan dan dicukur rambutnya." (Hadits shahih Kisah Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'I, Ibnu Majah, Ahmad , Ad Darimi)


Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, Rasulullah bersabda : "Aqiqah dikerjakan karena kelahiran bayi, karena itu sembelihlah hewan dan lenyapkanlah semua masalah darinya." (Hadits Kisah Bukhari)


Dari Fatimah binti Muhammad saat melahirkan Hasan, ia berbicara : Rasulullah bersabda : "Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak ke orang miskin seberat timbangan rambutnya." (Hadist Kisah Ahmad , Thabrani dan al-Baihaqi)


Dari Aisyah ia berbicara, Rasulullah bersabda : "Bayi lelaki diaqiqahi dengan 2 kambing yang serupa dan bayi perempuan satu kambing." (Hadits Kisah Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Dari ‘Amr bin Syu'aib, Rasulullah bersabda. : "Barangsiapa antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi karena itu sebaiknya dia kerjakan untuk lelaki dua kambing yang serupa dan untuk perempuan satu kambing." (Hadits Kisah Abu Dawud, Nasa'I, Ahmad)


Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda : "Mengaqiqahi Hasan dan Husein dengan 1 kambing dan satu kambing kibas." (HR Abu Dawud)


Kesimpulan Syarat Kambing Untuk Aqiqah

Beberapa orang salah mengerti berkenaan apa syarat kambing aqiqah atau syarat domba Aqiqah yang perlu disanggupi. Bagaimana syarat kambing Aqiqah yang sebetulnya?


Dapatkan jawaban secara lengkap di artikel ini sampai usai!


  • Usia Kambing untuk Aqiqah

Usia kambing untuk Aqiqah harus sesuai ketetapan yang ditata oleh syariat Islam. Berapakah sich umur kambing yang dibolehkan untuk Aqiqah?


Berikut usia kambing Aqiqah menurut tipe hewannya:


  1. Kambing = 1 Tahun
  2. Domba = 6 Bulan


Persyaratan usia itu berdasarkan penjelasan beberapa ulama berlaku untuk hewan qurban dan aqiqah. Alasan Hadits berkenaan usia kambing Aqiqah, yakni hadits dari Teman dekat Jabir radhiyallahu ‘anhu.


Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan syarat Aqiqah :


''Janganlah kalian menyembelih terkecuali "musinnah", terkecuali bila hal itu susah untuk kalian karena itu sembelihlah "jadza'ah" dari domba (HR. Muslim No. 1963)


Karena itu dijumpai jika syarat usia kambing untuk Aqiqah sama sesuai sunnah ialah minimum satu tahun, dan syarat domba Aqiqah minimum enam bulan. Dari sana karena itu perlu kita lihat kembali usia kambing untuk aqiqah bergantung tipe hewannya karena ada ketidaksamaan ketetapan usia pada kambing dan domba.


  • Bebas Cacat

4 Cacat yang jangan ada di hewan Aqiqah yang membuat Aqiqah nya tidak syah ialah:


  • Buta samping matanya dengan buta yang terang
  • Sakit yang kelihatan terang
  • Pincang yang terlihat terang
  • Benar-benar kurus sampai tidak punyai sumsum tulang


Dalilnya ialah hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam seperti berikut: Dari Al Bara' bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhuma, dia berbicara,


"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di tengah kami dan berbicara,


"Ada empat cacat yang tidak diperbolehkan pada hewan kurban:


  1. buta samping dan terang sekali kebutaannya,
  2. sakit dan terlihat terang sakitnya,
  3. pincang dan terlihat terang pincangnya,
  4. benar-benar kurus hingga tidak punyai sumsum tulang."


Hadits itu diriwayatkan oleh yang lima (empat penulis kitab sunan ditambah lagi Imam Ahmad).

Dishahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban.


  • Tipe Kelaminnya Jantan atau Betina


Kerap ada pertanyaan mengenai syarat kambing untuk Aqiqah, apa kambingnya sejenis kelamin jantan? Jawabnya diterangkan oleh para ulama seperti berikut:


  1. Kambing atau domba baik jantan atau betina bisa dipakai untuk Aqiqah.
  2. Tetapi yang afdhal ialah kambing atau domba jantan karena lebih gendut


  • Jumlah Kambing untuk Anak Wanita dan Lelaki


Yang banyak dijumpai, syarat kambing aqiqah untuk anak lelaki berlainan dengan anak wanita. Syarat kambing aqiqah anak wanita ialah 1 ekor, dan anak lelaki 2 ekor.


Apa hal tersebut betul?


Jawabnya:


Afdhal nya untuk Aqiqah anak lelaki 2 ekor kambing, dan untuk anak wanita 1 ekor kambing. Tetapi bila tidak sanggup jadi tidak kenapa 1 ekor kambing untuk Aqiqah anak lelaki


Dalilnya seperti diambil dari Artikel '' Apa boleh Aqiqah Anak Lelaki Dengan Satu Kambing.'' ialah seperti berikut, dari Ibnu ‘Abbas, dia berbicara,


"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing seekor gibas (domba)." (HR. Abu Daud no. 2841. Syaikh Al Albani menjelaskan jika hadits ini shahih. Namun kisah yang mengatakan dengan 2 kambing, itu yang lebih shahih)


Demikian tadi artikel mengenai syarat kambing untuk aqiqah. Semoga artikel diatas menambah wawasan Anda. Terimakasih telah berkunjung, Wassalamungalaikum Wr, Wb,,,


Tags: syarat kambing aqiqah nu, syarat kambing aqiqah rumaysho, harga kambing aqiqah, syarat kambing aqiqah untuk anak laki2, syarat kambing aqiqah anak perempuan, syarat aqiqah

close