Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Waktu Pelaksanaan Aqiqah Yang Sesuai Dengan Syariat, Wajib Tau Agar Ibadah Jadi Tambah Sempurna

Daftar Isi [Buka]

Melaksanakan aqiqah merupakan ibadah yang mendatangkan pahala jika dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat. Namun jika asal-asalan pelaksanaannya bisa-bisa bukan pahala yang didapat tapi kesia-siaan, oleh krena itu penting untuk kita memperhatikan waktu pelaksanaan aqiqah agar tidak hanya mendatangkan pahala namun lebih tepat sasaran dalam kebermanfaatannya.


Waktu Pelaksanaan Aqiqah Yang Sesuai Dengan Syariat, Wajib Tau Agar Ibadah Jadi Tambah Sempurna
Waktu Pelaksanaan Aqiqah Yang Sesuai Dengan Syariat, Wajib Tau Agar Ibadah Jadi Tambah Sempurna


Waktu pelaksanaan aqiqah telah diatur oleh agama yang bersumber dari hadist Nabi. Oleh karena itu, penting untuk kita melaksanakan aqiqah sesuai aturan yang telah ditetapkan. Pada artikel ini akan kami ulas mengenai pertanyaan yang sering diutarakan oleh banyak umat Islam seperti kapan waktu pelaksanaan aqiqah yang paling afdol, apakah di hari ketujuh, ke empat belas hari setelah kelahiran? Simak penjelasan lengkapnya dibawah ini.


Baca Juga: Umur Kambing Untuk Aqiqah


Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Rasulullah pernah memberi contoh yang sangat terang benderang mengenai waktu pelaksanaan beribadah aqiqah ini seperti hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah dan teman dekatnya. Waktu itu beliau melaksanakan aqiqah cucu-cucunya yakni Hasan dan Husein saat hari ketujuh.


Silakan baca alasan waktu aqiqah berdasar hadits shahih Samuroh bin Jundub di bawah ini.


عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى »


Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah SAW bersabda,


"Tiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan buatnya di hari ke-7 , dicukur (habis) rambutnya dan dinamakan."


(HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah 0. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani menjelaskan jika hadits yang menerangkan waktu aqiqah tertera di atas adalah shahih)


Ketentuan waktu pelaksanaan aqiqah lain dengan beribadah qurban. Beribadah qurban dikerjakan saat musim haji dan beribadah waktu pelaksanaannya dilakukan di hari ketujuh kelahiran bayi.


Sebagai muslim yang patuh, seharusnya kita jauh-jauh hari telah menyiapkan lebih dulu ongkos aqiqah sejak dipastikan positif hamil. Karena penyiapan aqiqah yang baik akan dengan dengan mudah terlaksana ibadah aqiqah yang baik dan sukses.


Dari jauh-jauh hari Anda juga dapat membuat kartu undangan sukuran aqiqah bila memiliki cukup waktu penyiapan. Langkah persiapan ini menentukan terlaksananya ibadah aqiqah dengan sesuai yang kita harapkan.


Cara Menghitung Kapan Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Anda dapat hitung waktu pelaksanaan aqiqah semenjak bayi dilahirkan atau bahkan dari jauh-jauh hari ketikak usia kehamilan sudah mendekati masa kelahiran. Pakailah penghitungan kalender hijriah dan usia kandungan agar lebih akurat.


Adapaun perhitungan hari pada pelaksanaan waktu aqiqah, misalnya bila ada bayi lahir di hari Rabu jam enam pagi (06.00 WIB), maka perhitungan pelaksanaannya dimulai dari hari rabu tersebut. Karena itu penerapan aqiqah bayi itu yakni hari Selasa.


Contoh yang lain bila bayi lahir hari Rabu jam enam sore (18.00 WIB), karena itu hitungannya bukan Rabu, tetapi masuk hari Kamis esok harinya. Penerapan aqiqah bayi itu adalah di hari Rabu karena dalam perhitungan hijriyah pergantian hari dimulai pada waktu Asar.


Penghitungan yang pas mengenai waktu aqiqah itu ini diterangkan dalam Al Mawsu'ah Al Fiqhiyah,


وذهب جمهور الفقهاء إلى أنّ يوم الولادة يحسب من السّبعة ، ولا تحسب اللّيلة إن ولد ليلاً ، بل يحسب اليوم الّذي يليها


"Sebagian besar ulama ahli fiqih berpandangan jika waktu siang di hari kelahiran adalah awalnya perhitungan tujuh hari. Dan waktu malam tidak jadi perhitungan bila bayi itu dilahirkan malam, tetapi yang jadi perhitungan hari selanjutnya." Mungkin yang jadi alasan adalah hadits berikut,


تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ


"Disembelih untuknya di hari ke-7 ." Hari yang ditujukan adalah siang hari.


Ada periode waktu aqiqah dari sesudah kelahiran sebenarnya memiliki kandungan makna. Di saat bayi baru lahir, keluarga tentu direpotkan dengan pengurusan bayi ibunya. Oleh karena itu memerlukan waktu penyiapan sebelum sukuran aqiqah dan ini jadi kelebihan dan ibrah waktu aqiqah.


Batas Umur Aqiqah Anak

Beberapa ulama berlainan pendapat berkenaan batasan akhir waktu pelaksanaan aqiqah. Sebagai muslim, pasti susah untuk dapat pahami batas ketetapan waktu untuk aqiqah, namun karena banyaknya perbedaan pendapat bisa dicari sisi mudahnya sesuai dengan kemampuan kita melaksanakan ibadah ini.


Oleh karena itu silahkan kita baca pandangan beberapa ulama jumhur berikut ini:


  • Syafi'iyah dan Hambali

Beberapa penglihatan ulama madzhab Syafi'iyah dan Hambali mengenai waktu aqiqah yakni diawali dari kelahiran si bayi. Mereka memiliki pendapat jika hukumnya itu tidak syah jika aqiqah dikerjakan saat sebelum bayi lahir. Menggunting hewan saat sebelum bayi lahir karena itu dipandang seperti sembelihan biasa.


Ulama dari kelompok Syafi'iyah memiliki pendapat jika waktu aqiqah dapat diperpanjang. Walau demikian, kerjakan aqiqah saat sebelum anak baligh (dewasa). Karena jika baligh belum diaqiqahi, karena itu aqiqahnya telah luruh.


Orang yang baligh bisa mengaqiqahi diri kita. Karena Ulama Syafi'iyah berpandangan jika aqiqah itu kewajiban si ayah.


Sementara beberapa ulama kelompok Hambali berpandangan jika aqiqah tidak bisa hari ketujuh, karena itu disunnahkan dan bisa hari ke-14, hari ke-21 dan sebagainya.


  • Hanafiyah dan Malikiyah

Dalam pada itu beberapa ulama madzhab Hanafiyah dan Malikiyah berpandangan jika waktu aqiqah paling sunnah adalah di hari ke-7 dan jangan awalnya.


Ulama Malikiyah juga batasi jika waktu aqiqah sesudah hari ketujuh dipandang telah luruh.


  • Ulama Indonesia

Sebagian besar Ulama di Indonesia bermadzab Imam Syafi'i, baik Muhammadiyah atau NU (Nahdhatul Ulama). Karena itu, banyak tidaklah aneh jika warga kita rayakan sukuran aqiqah sesudah setelah dewasa. Argumennya karena waktu kecil belum aqiqah.


Kapan Waktu Pelaksanaa Aqiqah Terbaik

Apakah aqiqah tidak boleh lebih dari 40 hari? Banyak kalangan ulama berpendapat kalau waktu pelaksanaan aqiqah yang terbaik adalah hari ketujuh. Namun bila orang tua belum sanggup melaksanakan di hari tersebut diperbolehkan menunda waktu aqiqah sampai dirinya mampu.


Islam merupakan agama yang membuat pemeluknya nyaman sehingga dalam pelaksanaan aqiqah tidak harus dilakukan pada hari ketujuh.


Hukum aqiqah sesudah dewasa

Pengurus situs Rumaysho Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal memiliki pendapat mengenai aqiqah diri kita saat dewasa adalah tidak pas apa lagi bila disandar dengan sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Dasar hukumnya menurut beliau kurang kuat, karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tak pernah mengaqiqahi dirinya walau sebenarnya dianya adalah seorang Rasul.


Waktu dibagikan daging aqiqah

Waktu yang paling pas untuk menyembelih hewan aqiqah dan membagi daging aqiqah yakni cocok di hari ke tujuh. Beberapa ulama mengatakan bagusnya membagikan daging aqiqah sesudah masak. Anda juga dapat mengadakan majlis atau perhelatan aqiqah di dalam rumah dengan bayar layanan paket aqiqah.



Tata Cara Aqiqah Anak Yang Sudah Besar

Setelah membahas waktu pelaksanaan aqiqah selanjutnya kita akan membahas tatacara aqiqah anak yang sudah besar. Banyak dari kita belum melaksanakan aqiqah hingga beranjak dewasa, untuk itu pentil hal ini untuk kita ketahui.


  • Orang Tua Berkewajiban Melakukan Aqiqah Saat sebelum Anak Baligh

Saat anak masih juga dalam kondisi belum baligh, kewajiban aqiqah bisa dilaksanakan oleh orangtua. Masalahnya anak yang belum baligh masih sebagai tanggung-jawab orangtua dan belum juga dapat berdikari. Mazhab Syafi'i membolehkan untuk akhiri aqiqah, namun seharusnya aqiqah diakhirkan saat anak belum mencapai umur baligh.


  • Kewajiban Orang Tua Luruh saat Anak Sudah Baligh

Ini seperti rincian di atas jika kewajiban orangtua untuk meng-aqiqahi anak cuma berlaku saat anak belum mencapai umur baligh. Oleh karena itu, saat anak sudah mencapai umur baligh, kewajiban orangtua itu sudah luruh. Tanda anak sudah masuk umur baligh ialah saat anak wanita sudah alami menstruasi, dan anak lelaki sudah alami mimpi basah.


Tetapi, dikutip dari situs islam.nu.or.id, jika orangtua masih ingin mengaqiqahi anak saat anak sudah mencapai umur baligh, karena itu yang harus dilaksanakan ialah orangtua dapat memberi beberapa uang untuk beli kambing aqiqah. Kemudian, uang dari orangtua dapat dibelikan kambing sebagai aqiqah ke diri kita.


  • Anak Mengaqiqahi Diri Sendiri

Ada dua opini ulama mengenai aqiqah yang dilaksanakan anak ke dirinya saat sudah dewasa. Pendapat pertama ialah bisa dan ke-2 jangan.


Pendapat pertama memperkenankan yakni saat seorang anak sudah dewasa dan mapan dari secara keuangan, karena itu dia dibolehkan untuk mengaqiqahi dirinya. Hal tersebut berdasar pada apa yang pernah dilaksanakan oleh Rasulullah saat itu beliau mengaqiqahi dirinya saat sudah dewasa.


Opini ke-2 tidak memperkenankan karena pada intinya kewajiban lakukan aqiqah ialah kewajiban yang ditanggung ke orangtua. Jika orangtua tidak dapat melakukan aqiqah, sunah untuk lakukan aqiqah tidak luruh. Anak tak perlu lakukan aqiqah pada dirinya, tetapi orangtua lah yang berkewajiban mengaqiqahi anaknya walau sudah dewasa.


Kesimpulan Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Berdasar keterangan di atas, maka dapat disimpulkan kalau waktu pelaksanaan aqiqah dilakukan pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan ke dunia. Adapun perhitungan pelaksanaannya menggunakan hitungan hijriyah.


Demikian tadi pembahasan kita mengenai waktu pelaksanaan aqiqah yang dianjurkan syariat. Bila Anda ingin berkonsultasi mengenai Ibadah Aqiqah, Anda bisa menghubungi kontak kami.

close